Bendorejo – Trenggalek, Sudah menjadi tradisi bagi Pemerintah Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek bahwa setiap bulan Selo (Dzulkaidah) diselenggarakan kegiatan “Bersih Desa”. Sebuah tradisi turun-temurun yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya menjaga kerukunan antarwarga.
Kegiatan Bersih Desa di desa Bendorejo diawali dengan kerja bakti membersihkan lingkungan desa, jalan, saluran air, tempat ibadah, hingga ziarah makam leluhur. Selain mengunjungi dan mendoakan para pendahulu, seperti mantan kepala desa (lurah) dan perangkat desa yang telah wafat, ziarah makam juga bertujuan mengenang jasa para pendahulu yang telah merintis, membangun, serta mengayomi masyarakat semasa hidup mereka, serta merawat sejarah desa. Ziarah makam leluhur ini juga sebagai pengingat bagi para pemimpin desa yang masih menjabat akan pentingnya keteladanan, amanah, dan pengabdian tanpa pamrih yang diwariskan oleh para pendahulunya. Ziarah ini diikuti oleh kepala desa Bendorejo,anggota Badan Permusyawaratan Desa, Perangkat Desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Setelah ziarah makam leluhur, prosesi Bersih Desa dilanjutkan dengan doa bersama atau selamatan sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, kesehatan, keselamatan, dan harapan agar desa dijauhkan dari berbagai musibah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu (9/05/2026) bertempat di dukuh Krapyak dusun Bendo, desa Bendorejo. Puncak acara Bersih Desa diselenggarakan “Pengajian Umum” pada hari Sabtu (16/05/2026) menghadirkan KH. Miftahudin dari Teras/Pondok Al Falah Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Pengajian Umum ini digelar di area pemakaman leluhur desa dukuh Krapyak, dusun Bendo, desa Bendorejo dan dihadiri oleh kurang lebih seribu warga desa Bendorejo dan sekitarnya.
Bersih Desa bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat berkumpul, saling berinteraksi, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa. Nilai-nilai budi pekerti luhur, gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang diwariskan para leluhur tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Admin Web, Hst...